Berita
Kemdikbudristek, Bappenas dan Kemenkeu Beri Relaksasi Dana BOP PAUD Dapat Digunakan Mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting
Berita 2022-12-09 | 09:04:00
PAUDPEDIA — Pemerintah melalui nota kesepahaman bersama triipatrit yaitu Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian PPN/ Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk memberikan relaksasi terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dijenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk digunakan mendukung program percepatan penurunan stunting.
Demikian dikatakan Ketua Kelompok Kerja Regulasi dan Tata Kelola Direktorat PAUD Kemendikbudristek, Muhammad Ngasmawi kepada PAUDPEDIA diruang kerjanya, Kamis (8/12). "Dalam serangkaian rapat yang dilaksanakan di Bappenas dan kantor Ditjen
Anggaran Kemenkeu telah disepakati boleh dilakukan relaksasi terhadap penggunaan BOP PAUD untuk mendukung program percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan di satuan PAUD," ujarnya.
Dikatakan Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang dialokasikan pemerintah bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tidak seluruhnya digunakan mendukung operasional lembaga. Sebagian dari dana bantuan ini juga akan dialokasikan untuk kegiatan pencegahan stunting (tubuh kerdil) pada anak.
"Keberadaan dana BOP tidak hanya untuk operasional pendidikan di lembaga terebut, tetapi juga dalam rangka untuk pencegahan stunting. Adapun bentuknya bisa berupa pemberian makanan tambahan pada anak. Melaksanakan program parenting atau kelas keorangtuaan terkait kesadaran memberikan asupan gizi dan nutrisi yang tepat pada anak 0 hingga 6 tahun," ujarnya.
Dengan adanya kegiatan pemberian makanan tambahan bergizi, dan tumbuhnya kesadaran orang tua pentingnya asupan gizi dan nutrisi seimbang pada anak diharapkan dapat percepat penurunan stunting. Dengan demikian, pertumbuhan anak menjadi lebih optimal dan tidak mengalami stunting atau gagal tumbuh kembang.
Kendati demikian, lanjut dia, upaya pemberian makanan bergizi hendaknya juga ditindaklanjuti oleh para orang tua saat di rumah. Upaya pencegahan stunting bisa berhasil, manakala mendapat dukungan yang serius dari para orang tua dan masyarakat. Besaran dana BOP yang diterima masing-masing lembaga sesuai dengan jumlah peserta didik. Adapun lembaga yang menerima dana bantuan merupakan lembaga yang jumlah peserta didiknya minimal 10 anak.
Fleksibilitas Penggunaan BOP
Kemendikbudristek telah melakukan upaya percepatan dan peningkatan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) dan BOP Pendidikan Kesetaraan melalui Merdeka Belajar Episode ke-16: Peningkatan Pendanaan BOP PAUD dan BOP Pendidikan Kesetaraan.
Fleksibilitas penggunaan dana BOP juga diberikan untuk memudahkan lembaga pendidikan memenuhi kebutuhan lembaganya sesuai dengan prioritas masing-masing. Di Palembang, Sumatra Selatan, misalnya, sejumlah Satuan PAUD seperti Kelompok Belajar (KB) yang memanfaatkan dana BOP PAUD untuk menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai stunting melalui penyuluhan kepada orang tua.
Kepala KB Kasih Ibu Jakabaring, Mardalena, mengatakan pada tahun ini satuan pendidikannya berinisiatif mengadakan kegiatan penyuluhan mengenai stunting untuk para wali murid. Hal tersebut diputuskan melalui kesepakatan dalam rapat bersama antara guru-guru dengan orang tua. “Kami setiap bulan ada rapat untuk rencana kegiatan, lalu kami bilang kepada wali murid. Kami tanyakan di rapat. Kebetulan di ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) juga ada tentang stunting. Kami juga sepakat setelah dibicarakan dengan guru-guru,” ujarnya dalam pertemuan di SKB Kota Palembang.
Mardalena menuturkan, KB Kasih Ibu juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan puskesmas untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Puskesmas pun menyambut baik karena edukasi mengenai stunting juga menjadi program prioritas puskesmas. “Saya rasa mereka (puskesmas) lebih paham tentang stunting. Mereka bisa menjelaskan lebih terperinci daripada kami selaku guru atau tutor. Kami sadar bahwa pemahaman orang tua terhadap stunting itu sangat penting,” tuturnya.
Dari tahap perencanaan, persiapan, hingga penyelenggaraan kegiatan, Mardalena mengikuti panduan penggunaan dana BOP dari Kemendikbudristek. Ia mengatakan, di dalam panduan tersebut sudah tercantum secara teknis cara penggunaan dana BOP untuk menyelenggarakan kegiatan penyuluhan atau edukasi. Dana BOP dapat digunakan untuk membayar honor narasumber, biaya rapat dengan guru-guru untuk persiapan kegiatan, dan biaya transportasi untuk orang tua yang hadir.
“Kami bilang dulu sama puskesmas, butuh berapa narasumber untuk penyuluhan stunting. Lalu ada snack dan uang transport untuk wali murid. Waktu mereka kan sudah terpakai oleh kami. Seharusnya setelah mengantar anak bisa langsung pulang. Jadi kami berikan uang untuk mengganti waktu dan transport agar mereka semangat,” kata Mardalena.
Ia mengatakan, pihaknya tidak kesulitan dalam mengikuti panduan atau petunjuk teknis mengenai penggunaan dana BOP karena semua sudah tercantum di dalamnya. Ia dan guru-guru di KB Kasih Ibu pun tinggal mengikuti panduan tersebut dan sadar bahwa mereka tidak bisa sembarangan dalam menggunakan dana BOP. Semua harus sesuai dengan peraturan. “Semuanya sudah diatur dalam panduan BOP tadi. Tidak bisa menurut pandangan kami saja. Jadi laporan kami ke dinas pendidikan dan BOP Salurnya juga tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurut Mardalena, kegiatan edukasi mengenai stunting direspons dengan baik oleh para wali murid. Hal tersebut terlihat dari semangat mereka saat mengikuti kegiatan dan bertanya kapan lagi bisa diselenggarakan kegiatan serupa.
Mardalena menambahkan, selain untuk kegiatan penyuluhan stunting, KB Kasih Ibu juga menggunakan dana BOP untuk membayar honor guru dan membuat Pojok Baca untuk anak-anak. “Alhamdulillah guru-guru terbantu, jadi mereka sedikit senang, ada tambahan. Kemudian selain Pojok Baca, anak-anak juga kami berikan buku paket untuk belajar,” katanya.
Penulis dan Foto Eko Harsono